Minggu, 05 Maret 2017

   

Sidoarjo- 27 Februari 2017 - Mulai tanggal 1 Maret 2017 besok, Bea Cukai akan menggunakan Buku tarif untuk pengklasifikasian barang baru. Buku Tarif kepabeanan Indonesia (BTKI) sebelumnya dikenal dengan BTMBI (Buku tarif Bea masuk Indonesia) yang terakhir diterbitkan pada tahun 2007. Selanjutnya pada tahun 2012, diganti nama menjadi Buku tarif Kepabeanan Indonesia. Hal ini untuk mengakomodir bahwa pengklasifikasian barang juga digunakan untuk Bea Keluar.
Pada BTKI 2017 ini Indonesia  dan negera-negara ASEAN sepakat menyeragamkan bahwa untuk kepentingan ekspor dan impor menggunakan 8 digit HS Code, dimana 8 Digit tersebut merupakan pengembangan dari 6 digit HS internasional. Pada BTKI 2012 Indonesia masih menggunakan 10 digit HS Code
Untuk itu pada Hari Senin, tanggal 27 Februari 2017, Kantor Bea Cukai Sidoarjo melakukan sosialisasi kepada pengguna jasa yang akan melakukan impor maupun ekspor. Sosialisasi ini dimaksudkan agar pengusaha tidak mengalami kesualitan dalam pengisian dokumen ekspor dan impornya, sehingga kegiatan ekspor impor tetap berjalan lancar.
Dalam sambutannya Kepala Kantor Bea  dan Cukai Sidoarjo- Nur Rusydi- menyampaikan bahwa mulai 1 Maret 2017 pada modul PIB/BC23 dan PEB harus mencantumkan 8 digit HS Code, bukan 10 digit. Kepala Seksi Pelayanan Kepabeanan dan Cukai –Moh. Adhar – menyampaikan bahwa Buku Tarif Kepabenan Indonesia akan segera diterbitkan dan di upload di internet dalam waktu yang tidak terlalu lama.